Makam Tumpang Tindih di TPU Tanjung Barat, Sudah Terlalu Penuh

Makam Tumpang Tindih di TPU Tanjung Barat, Sudah Terlalu Penuh

Krisis lahan makam begitu terasa di Jakarta.

Banyak warga yang sudah membuktikannya sendiri bahwa untuk mencari satu petak lahan makam saja sangat susah.

Ya, krisis lahan makam di Jakarta terjadi karena susahnya mendapatkan lahan makam baru untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Solusi mudahya ya di makamkan di pemakaman swasta seperti Sandiegohills karawang, tapi harganya sangat mahal.

Tidak adanya tanah yang kosong di ibu kota membuat pemerintah pun susah membebaskan lahan untuk dijadikan sebuah tempat pemakaman baru.

Hal ini pun juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

Hampir semua  TPU sudah kehabisan lahan makam untuk dijadikan makam baru.

Ketersediaan Lahan di Pekuburan Tanjung Barat

Dari semua makam yang ada, salah satunya adalah TPU Tanjung Barat.

Pemakam ini juga sudah kehabisan lahan makam dan sudah tidak bisa menerima pembuatan makam baru walaupun warga bersedia membayar berapapun.

Hal ini disebabkan lantaran memang pengelola TPU tidak berhak menerima uang untuk apapun karena pembayaran sudah melalui sistem terpadu dan memang sudah tidak ada lahan kosong lagi yang bisa digunakan.

TPU Tanjung Barat merupakan salah satu TPU yang tergolong kecil.

Luas area pemakaman ini hanyalah sekitar 2 hektar saja.

Luas area pemakaman yang hanya 2 hektar ini sekiranya hanya bertahan beberapa tahun saja untuk wilayah ibu kota.

Padahal, TPU Tanjung Barat ini sudah berusia cukup tua.

Tentu saja, sudah tidak ada lagi lahan kosong yang bisa digunakan warga.

TPU Tanjung Barat ini jika dibandingkan dengan kuburan lainnya yang ada di Jakarta Selatan merupakan kuburan yang terbesar nomor 7 dari total 18 TPU yang dikelola pemerintah setempat.

Berbeda jauh luasnya dari kuburan yang paling besar yaitu TPU Tanah Kusir yang luas lahannya mencapai 55 hektar.

Namun hal ini bukanlah hal yang aneh.

Biasanya, TPU yang sangat luas merupakan hasil pembebasan lahan dari dinas pertamanan dan pemakaman.

Sedangkan tanah makam yang hanya beberapa hektar saja merupakan tanah wakaf yang digunakan untuk pemakaman.

Lalu, bagaimana nasib warga sekitar yang membutuhkan lahan makam?

Untuk warga Kelurahan Tanjung Barat yang membutuhkan lahan makam, setidaknya ada 3 solusi yang bisa diterapkan.

Ketiga solusi tersebut diantaranya sebagai berikut:

Makam tumpang

Seperti yang diterapkan di TPU lainnya di Jakarta, makam tumpang menjadi solusi yang biasa digunakan.

Sistem makam tumpang merupakan cara untuk menghemat lahan dan solusi ketika membutuhkan lahan makam namun TPU sudah penuh.

Cara pemakaman ini boleh digunakan oleh warga asalkan antara jenazah baru dan yang lama memiliki ikatan keluarga.

Jika tidak, maka tentu saja tidak diizinkan asal menumpangi makam milik orang lain.

Menggunakan makam kadaluwarsa

Jika pengelola TPU mendata makam dan ditemukan adanya makam yang kadaluwarsa, maka warga lain bisa menggunakan makam tersebut sebagai tempat peristirahatan terakhir jika membutuhkannya.

Hal ini lantaran mengacu pada peraturan daerah yang mengatur soal izin sewa pakai tanah makam, bahwa makam yang tidak diperpanjang masa izinnya maka sepenuhnya menjadi milik TPU. Dan tentu, bisa digunakan lagi oleh orang lain.

Mencari TPU lainnya

Bisa juga mencari TPU lainnya yang masih menyediakan lahan makam misalnya menggunakan lahan makam dari TPU terbesar yaitu Tanah Kusir.

Meski begitu, seringnya warga sekitar Kelurahan Tanjung Barat enggan untuk memakamkan keluarganya di TPU lainnya karena terkait jarak yang begitu jauh.

Padahal ini merupakan solusi terbaik karena memang TPU Tanjung Barat sudah tidak ada lagi lahan yang kosong.